Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Kejadian Luar Biasa

Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Kejadian Luar Biasa

 

Balai Labkes Yogyakarta merupakan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan Kejadian Luar Biasa / Keracunan. Balai Labkes Yogyakarta memiliki laboratorium mikrobiologi yang sangat kompeten dalam melaksanakan uji dengan sampel pada saat terjadi Kejadian Luar Biasa.

Berikut deskripsi pemeriksaan Mikrobiologi di Balai Labkes Yogyakarta untuk sampel Kejadian Luar Biasa pada tahun 2012 s/d 2014.

Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi Sampel KLB Tahun 2012

Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi Sampel KLB Tahun 2013

Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi Sampel KLB Tahun 2014

Jumlah dan Jenis Sampel KLB Dari Kota Jogja

Jumlah dan Jenis Sampel KLB Dari Kab. Bantul

Jumlah dan Jenis Sampel KLB Dari Kab. Kulon Progo

Jumlah dan Jenis Sampel KLB Dari Kab. Gunung Kidul

Jumlah dan Jenis Sampel KLB Dari Kab. Sleman

Jenis Bakteri Patogen Dalam Sampel KLB adalah sebagai berikut :

- Salmonella

- Shigella

- Vibrio cholerae

- Staphillococcus aureus

- E. Coli patogen

- Bacillus careus

- Pseudomonas aerugenosa

- Kapang khamir

 

Jenis Parameter Positif Pemeriksaan Sampel KLB dari Kota Jogjakarta

Jenis Parameter Positif Pemeriksaan Sampel KLB dari Kab. Bantul

Jenis Parameter Positif Pemeriksaan Sampel KLB dari Kab. Kulon Progo

Jenis Parameter Positif Pemeriksaan Sampel KLB dari Kab. Gunung Kidul

Jenis Parameter Positif Pemeriksaan Sampel KLB dari Kab. Sleman

 

Sekilas morfologi dan peran pada manusia :

1. Bacillus careus

- Mencemari pangan melalui kulit / alat masak (membentuk enterotoksin)

- Anaerob, membentuk spora, bentuk batang (tahan panas)

- Suhu optimum hidul 35-40 derajat celcius

- Enterotoksin tahan panas (Heat stable) mengakibatkan muntah

- Enterotoksin tidak tahan panas (Heat Labile) mengakibatkan diare

- Hidup dalam usus kecil

- Ditemukan umumnya dalam bahan makanan mentah, makanan kering, susu pasteurisasi, daging beku, sayuran, rempah-rempah

2. Aeromonas shubertii

- Patogen pada manusia, ikan, amphibi, air minum

- Gram

- Berbentuk batang, motil

- Hidup di lingkungan perairan (air tanah, air minum, payau, laut, air minum)

- Gangguan gastro intestinal

3. Aeromonas hydrophilla, caviva

- Menginfeksi pada semua jenis ikan

- Berbentuk batang gram negatif

- Motil dengan 1 flagulla polar

- Tumbuh pada suhu 37 derajat celcius

- Tidak berspora

- Menginfeksi manusia dan mengakibatkan gangguan gastro intestinal

4. Salmonella paratypy

- Bakteri gram negatif

- Fakultatif anaerob

- Sebagian motil

- Bertahan hidup di lingkungan kering dan beku

- Peka terhadap klorinasi dan pasteourisasi pada suhu 630 derajat celcius

- Bertahan beberapa minggu dalam es, debu, sampah kering, makanan

- Penularan kontak langsung / makanan / minuman

5. Kamir

- Golongan fungi

- Berbentuk telur / memanjang

- Ber-sel tunggal

- Digunakan untuk ragi kue, anggur fermentasi, bir

6. Staphilococcus aureus

- Bakteri gram negatif

- Fakultatif anaerob

- Tidak membentuk spora

- Hidup pada suhu kamar (20 hingga 25 derajat celcius)

- Mikrofilaria normal pada manusia (pada saluran nafas / kulit)

- Memproduksi nanah (bisul, pneumonia, meningitis, artritis)

7. Yeast

- Golongan fungi

- Bentuk khamir

- Tahan garam, asam, gula

- Digunakan untuk fermentasi

8. Aspergillus

- Golongan jamur (kelas Asomycetes)

- Sebagai saprofit pada tumbuhan yang membusuk

- Terdapat di tanah, debu organik, makanan

- Kontaminan yang lazim di RS / Lab

- Masuk tubuh melalui inhalasi saluran nafas dan paru

 

  • Ditulis oleh Yanti Purwaningsih, M.Sc
  • 28 Jul 2015 11:15
  • komentar

Komentar