Kelangkaan Kedelai Bagi Kesehatan

Kelangkaan Kedelai Bagi Kesehatan

Bagi sebagian orang yang rajin mengikuti berita, berita pertanian khususnya, tentu sudah mengetahui tentang keadaan kedelai di negara kita ini. Ya, masalah kelangkaan stok kedelai yang mengakibatkan harga melambung kini sedang menghantui Indonesia. Keadaan ini tak ayal juga meresahkan produsen tempe, tahu, dan produk-produk makanan yang berbahan dasar kedelai.
Ketika keadaan normal seperti waktu-waktu sebelumnya dimana stoknya melimpah, makna dan manfaat kedelai sering menjadi hal-hal yang tak diacuhkan. Namun, bila keadaan tipisnya stok seperti saat-saat ini terjadi dan terus berlanjut, maka sebuah makna dan manfaat kedelai akan jadi sesuatu yang asik untuk diperbincangkan.
Secara kasat mata, kedelai bisa dijadikan sebagai bahan dasar produk makanan. Sebut saja tahu, tempe, kecap, cemilan, tepung, dsb. Lebih besar lagi manfaat kedelai jika dipandang dari sisi kesehatan, karena mengandung protein dan senyawa-senyawa lain yang berguna untuk membangun kesehatan tubuh.
Fungsi kesehatan tersebut tak terkecuali juga pada orga paru-paru. Hal ini dibuktikan oleh penelitian tim studi yang dipimpin Fumi Hirayama asal Jepang yang meneliti 300 pasien sesak nafas dan 340 orang sehat mengenai konsumsi kedelai.  Hasilnya, mereka yang mengonsumsi produk-produk yang mengandung kedelai ada hubungannya dengan membaiknya fungsi paru-paru dan turunnya risiko terkena sesak nafas. Hirayama juga menambahkan bahwa setelah diteliti, flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok
Hasil penelitian lain seolah juga mengamini apa yang ditunjukkan oleh Hirayama. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli Cina dan Amerika Serikat, baru-baru ini menemukan bahwa kedelai juga dapat mencegah serangan kanker paru-paru. Dalam penelitian ini, ditemukan mereka yang menjalani pola makan dengan tambahan kedelai, baik yang telah diolah maupun yang tidak, memiliki resiko terserang kanker paru-paru 23% lebih rendah dibandingkan yang tidak.
Para ahli mengungkapkan, isoflavon memegang peranan penting dari efek luar biasa ini. Tidak hanya dapat mencegah serangan kanker, isoflavon juga dapat mengikis dan menghentikan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.


Sumber :
http://kesehatan.liputan6.com/read/363760/kedelai-cegah-serangan-kanker-paruparu
http://doktersehat.com/kandungan-gizi-kedelai/
http://www.beritaunik.net/kesehatan/tips-sehat-membersihkan-paru-paru-perokok.html

  • Ditulis oleh Raden Sanjoyo
  • 1 Oct 2014 19:53
  • komentar

Komentar